Saya berani bertaruh tidak ada satu warga Palembang pun yang tidak pernah makan pempek. Pun demikian dengan gudeg, tak satupun warga Jogja yang paling tidak pernah mencicipinya. Sementara suka atau tidak suka, itu urusan lain. Paling tidak mereka pernah mencoba. Toh selera seseorang tak selalu berbanding lurus dengan di mana ia bermukim, bukan?
Lalu sebenarnya, apa sih yang ingin saya utarakan melalui kedua jenis makanan tadi? Kelezatannya kah? Keunikan rasa bla bla bla? Atau sesuatu yang menyangkut sejarahnya?
Tidak sodara sodara. Ini bukan tentang cerita makanan atau selera lidah. Persoalan perut saya kira cukuplah diulas dan dibincang oleh Pak Bondan saja, si Bapak Maknyus di salah satu televisi swasta itu.
Di sini, saya ingin membincang ihwal potensi wisata. Yang mungkin makanan tadi menjadi satu dari sekian unsur atraktif sebuah keunikan budaya dari sebuah kota. Kota Palembang dan kota Jogja yang menjadi pembandingnya.
Jadi, ini adalah sesuatu yang (more…)
HEY hey hey.. sorry for this late posting. Most of you guys probably had read some blogs contented this event’s review. Ya, The Pesta Blogger 2009 chapter Jogja!!
IYAK. Jadi kemaren saya ikut lecturing tentang antivirus 
SEBUT saja You Know Who. Anggap saja ia lahir di London dari sebuah keluarga belesteran Sri Lanka – Inggris. Usianya sekira 28 tahun, lulusan master Psikologi dari sebuah universitas biasa-biasa saja di London. Kepalanya botak, warna matanya cokelat, dan aksen Inggrisnya sangat riweuh. Sementara warna kulit dan postur tubuhnya yang penuh dengan rambut hitam itu menunjukkan darah Sri Lanka lebih mendominasi ketimbang Inggris-nya. Itu dia si tuan You Know Who. Teman backpacker yang sempat mengusik tidur saya di tiga malam terakhir ini.

*SIGH*
Fyuuuuh, guys… hows life??? Well, first of all, I say thank you to 




WOW… What I’ve been planning since months ago eventually comes true. Yuppiii… having a long vacation in Bandung for three days was really…perfectly…completely awesome! Well, I recognize that this is like a kind of reward I give to what I did on my thesis lately…hehehehe.. Yeah.. this writing dedicated to Bimas and Mas Budi for accompanying my days in the Kembang City.
MLEKUM … wah udah lama ndak apdet blog ini. Kali ini saya hendak berbagi kebahagiaan sekaligus kesedihan sodara-sodara. Setelah pergulatan yang amat sengit dengan diri sendiri, akhirnya saya dapat mewujudkan salah satu resolusi di tahun ini: Wisuda Mei 2009! Yeeeeeeee (banana-rock)!!! Alhamdulillah walopun ndak tepat waktu, karena beasiswa saya hanya membiayai kuliah empat tahun saja. Masa studi 4,3 tahun untuk S1 juga ndak jelek jelek amat… hehehe… Rasanya seneng banget ketika dosen ngasih acc buat skrispi setebal 117 halaman itu. Terbayar sudah perjuangan selama dua minggu membahas bab IV dan V yang sungguh melelahkan sangat.
HANYA berteman tas punggung kecil, berisi satu unit laptop, tiga lembar kaos, dan seperangkat alat mandi, saya habiskan tiga hari di Jakarta. Saya berangkat naik kereta Fajar Utama Yogya tepat pukul 8 pagi dari stasiun Tugu. Awalnya rencana pemberangkatan itu adalah Minggu malam, tapi ketika menjelang sore, tiket kereta malam menuju Jakarta ludes tak bersisa. YA sudah, keberangkatan pun ditangguhkan hingga esok hari di Senin pagi. *
HARI ini adalah puncak kebahagiaan saya. Bahagia dapat mengakhiri satu bulan penderitaan tanpa menyentuh blog ini *gak posting maksudnya*.
Hohoho..udah dua minggu lebih sodara sodara saya gak update blog. Padahal banyak banget kejadian seru, tapi ya karena udah lama banget..males dah nulisnya.. 

Regarding preparation for Peace Camp 2009, my friends and i involved in 










