Mengandaikan Malioboro di Palembang

SAYA berani bertaruh tidak ada satu warga Palembang pun yang tidak pernah makan pempek. Pun demikian dengan gudeg, tak satupun warga Jogja yang paling tidak, pernah mencicipinya. Sementara suka atau tidak suka, itu urusan lain. Paling tidak mereka pernah mencoba. Toh selera seseorang tak selalu berbanding lurus dengan di mana ia bermukim, bukan?

Lalu sebenarnya, apa sih yang ingin saya utarakan melalui kedua jenis makanan tadi? Kelezatannya kah? Keunikan rasa bla bla bla? Atau sesuatu yang menyangkut sejarah?

Tidak sodara sodara. Ini bukan tentang cerita makanan atau selera lidah. Persoalan perut saya kira cukuplah diulas dan dibincang oleh Pak Bondan saja, si Bapak Maknyus di salah satu televisi swasta itu. Di sini, saya ingin membincang ihwal potensi wisata. Yang mungkin makanan tadi menjadi satu dari sekian unsur atraktif sebuah keunikan budaya dari sebuah kota. Kota Palembang dan kota Jogja yang menjadi pembandingnya.

Jadi, ini adalah sesuatu yang Continue reading

Kembali ke Bangkok

Di salah satu thread mailing list blogger Kopdar Jakarta, saya selalu berkesah sembari berujar, “kapan ya bisa menang kuis kayak Chika,, Ifan,, dan Dimas…, kayaknya mereka hoki mulu’ deh…” -__-

And you know what, ternyata Tuhan mengabulkannya justru di kala saya nggak begitu aware dengan sebuah kuis yang saya ikuti dua minggu lalu.

Awalnya simbok venus nge-wassap dan bilang, “fick, kamu menang kuis Air Asia yang ke Bangkok ya? Itu di status facebook fan page dan tweetnya menyebut nama Muhammad Fikri.”

“Heh? masa’ sih? Aku belum dihubungi kok mbok., kan yang punya nama Fikri banyak banget. Tapi kalo rejeki mah gak bakalan ke mana sih,” ujarku sembari menahan kebahagiaan di kerongkongan. Continue reading

On Off: Ketika Ide disambut Peluang

TIME flies! Tidak terasa Pesta Blogger sudah memasuki usia tahun ke lima. Ajang tahunan kopdar raksasa para blogger seantero tanah air itu, kini, sedikit bertransformasi. Menjawab tantangan mempertemukan pemilik ide ide kreatif dengan para pemilik modal, maka di tahun 2011 ini, “Ideas Meet Opportunities” menjadi napas perhelatan yang dihadiri lebih dari 1500 peserta ini. Tidak hanya itu, kali ini, event yg bertajuk On Off juga diramaikan oleh kehadiran perwakilan blogger blogger dari negara negara ASEAN.

Saya sendiri mengikuti agenda tahunan ini sejak dua tahun lalu. Di sini, saya ingin mengatakan bahwa Pesta Blogger On Off ini bisa dibilang sebagai indikator atau paling tidak gambaran bagaimana situasi blogsphere berikut perkembangan social media tanah air. Mengapa? Continue reading

Cita Cita Kecil Saya

ALHAMDULILLAH. Cita cita saya menghajikan ibu terkabul juga. Hari ini, ibu pulang dari tanah suci dengan keadaan sehat bahagia. Jauh di sana di selatan Sumatera.

Di usianya yang hampir 65 tahun itu, ibu yang sudah menjanda sejak saya kelas satu SMA (tahun 2001), tampak selalu sehat ceria. Ia terlalu tampak bugar jika dibandingkan rekan seusianya.

Demikian Hindun. Ibu yang saya cintai genap menunaikan rukun Islam ke lima.

Mari, siapapun kita, ayo bahagiakan orang tua di rumah. :)

Semuanya Berkat Ngeblog

TELAT. Saya tahu postingan saya kali ini telat banget. Telat dari jadwal publikasi yang seharusnya di 27 Oktober bulan lalu.  Telat dari hingar bingar #berkatngeblog yang ramai dibincangkan di lini masa kala itu. Well, namanya juga blogger, update adalah sesuatu yang langka saat ini. :p

Anyway, dalam rangka hari blogger nasional ini nggak banyak yang dapat saya bagi, kecuali jutaan pengalaman serta ribuan kenangan manis yang pelan pelan tereja dari setiap karakter yang saya publikasikan lewat media ini.

Buat saya ngeblog adalah satu satu pintu gerbang yang membentangkan cakrawala kehidupan. Ngeblog membuat saya jadi mengenal banyak orang, mencoba banyak hal, dan mendapatkan sesuatu yang tak bernilai. Tak berhingga.

Mulai dari kenal dengan komunitas Cah Andong (CA), Wong Kito (WK), serta Kopdar Jakarta. Belum lagi, ngeblog juga membuat saya mengenal banyak komunitas yang berjejalan di social media lainnya, seperti Fiksimini, Resepmini, komunitas android, foursquare, kaskus, wah macem macem deh.

Dan, ngeblog juga nggak hanya sekedar menulis. Ngeblog nggak hanya sekedar menumpahkan isi hati. Ngeblog nggak hanya sekedar tempat berbagi. Tapi ngeblog membuat segala macam bentuk kesempatan datang menghampiri. Continue reading

Batik, the Never Ending Story

JADI weekend lalu, Sudirman padat merayap. Senayan menyemut sementara jalanan pecah lantaran air langit tumpah ruah.  Yak, hari peringatan sumpah pemuda itu dipenuhi dengan ratusan pendemo di depan gedung yg lebih mirip pantat itu (baca: gedung dewan).

Namun, yang namanya juga tinggal di ibukota, cuaca buruk dan macet bukanlah hal baru. No drama at all, otherwise, all the interesting things will be gone, termasuk event bangga batik yang diselenggarain BCA ini.

Jeng jeng jeng…

Intinya, sebagai bagian dari bentuk dukungan BCA terhadap pelestarian batik sebagai warisan dunia, Jumat lalu BCA meluncurkan BCA Card Platinum. Desain batik yang dibenamkan pada kartu ini ternyata merupakan desain murni dari salah satu fashion legend tanah air, Iwan Tirta. Continue reading

Keponakan Hilang, Ternak Mensyen Belakangan

SAYA pikir kemarin adalah kejadian terdrama sepanjang engagement saya di social media. Kekuatan saluran komunikasi new media tersebut benar benar saya alami, rasakan, dan dapati manfaatnya. Kasusnya memang tak sebesar sahabat kita, Prita. Tapi setidaknya di sini, saya ingin mengatakan bahwa dari social media-lah, keberadaan keponakan saya yang hilang kabar beberapa hari lalu, diketahui.

Pengalaman dengan social media sebenarnya bukan kali pertama dalam hidup saya. Tahun lalu, bersama dengan rekan-rekan blogger cah andong, fiksimini, dan jogja onliners, kami memanfaatkan jejaring sosial untuk menghimpun dana membantu korban bencana Merapi. Paling tidak itu adalah bentuk kontribusi nyata kita untuk meringankan beban sesama. Di samping juga menjadi alternatif cara untuk membantu pemerintah menolong rakyatnya.

Nah, kembali ke topik semula.

Setelah ditelpon kakak perempuan saya dari Palembang siang itu, maka berbagai kemungkinan-kemungkinan langsung hilir mudik di kepala saya. Tentu teman-teman masih ingat berbagai kasus kriminal yang dilakukan via online yang marak beberapa bulan lalu. Continue reading

Mampir ke Negeri Pinoy

AKHIRNYA, sempat juga saya posting cerita ke Manila awal bulan lalu. Basi sih..sekedar apdet, tapi ya  udah lah ya.. :D

Bisa dibilang, kesempatan berkunjung ke negeri Pinoy itu merupakan rejeki yang tak terduga duga pasca musibah yg menimpa saya di bandara Soekarno Hatta, tengah Februari lalu. Gadget yang belum genap dua bulan saya beli tersebut raib di sana ketika menunggu taxi. Beberapa minggu setelah itu pun pekerjaan baru ini meminang. Sepaket dengan pinangan tersebut, maka terbang ke Manila dihadiahkan kepada saya di Minggu ketiga saya bekerja.

Dengan rute penerbagan Jakarta – Singapore – Manila, Singapore Airlines mendaratkan saya di bandara internasional Aquino yang tak ubahnya Jakarta raya: panas, macet, dan berisik.

Technically tentu saja ini bukan liburan. Kehadiran saya di sana adalah bagian dari regional meeting se Asia-Pacific dalam rangka International Year of Volunteers. Maka semua national coordinator dari 21 negara se Asia Pacific hadir bersama UNV program officer masing-masing. Continue reading

Jakarta, Not that Bad Lah…


DUA
bulan lalu adalah momen paling dramatis dalam hidup saya. Momen ketika segenap energi terkuras habis karenanya. Pikiran, tenaga, hati, dan perasaan seakan berkonspirasi membajak diri saya untuk larut dalam memetakan prioritas hidup. Tak sia-sia memang. Akhirnya hidup di Jogja saya genapi selama 7 tahun saja.

Tepat di tengah April lalu saya pun hijrah ke ibu kota. Saya pikir 1,5 tahun bekerja di lembaga asing di Jogja sudah cukup menguatkan hati saya utnuk terjun ke sana. Menceburkan diri, dan ikut berenang bersama rekan rekan yg lebih dulu basah. Dan entah sampai kapan kita akan tiba di pulau kebahagiaan nantinya?

Sebetulnya keputusan ini merupakan plan B saya. Plan A yang gagal meluluskan saya untuk melanjutkan kuliah Master tahun ini saya paksakan untuk hijrah ke belantara beton itu. Tapi tak asal pindah, tentu keputusan meninggalkan Jogja harus dibayar dengan harga yang pantas di ibukota. Karena meninggalkan zona senyaman kota gudeg ini sungguh berat bukan kepalang. Ya, paling tidak pekerjaan baru tersebut sesuai dengan apa yang saya impikan. Sejalan dengan idealisme dan cukup mendukung pencapaian resolusi tahunan saya. Continue reading

Potret Kemanusiaan di Garis Waktu

GENAP enam tahun Jogja menjadi bagian dari diri saya. Enam tahun pula kisah indahnya tertoreh di setiap inchi sel otak kiri. Tak ada yang berubah, paras cantik kota nan hangatnya tawa adalah salah satu gambaran khas kota budaya ini. Rasa rasanya selalu tak pernah kehabisan alasan untuk tidak meninggalkannya. Tak pernah.

Namun di tahun ke enam ini pula, ada perasaan lain yang cukup menancap di benak. Bencana  Merapi beberapa minggu lalu sempat mengubah kisah kisah saya itu. Walau memang sebetulnya, gempa di 2006 juga menjadi bagian dari sejarah saya tadi. Tapi kala itu gaung social media masih mencari bentuknya. Jalur komunikasi yang digunakanpun terasa biasa dan konvensional. Maka bentuk kontribusi onliner seperti saya pun sama dengan tenaga relawan lainya, yaitu bantuan fisik. Membantu dengan tenaga dan pikiran langsung.

Namun, 2010 bernapas beda. Gemuruh social media semacam blog, twitter, dan facebook begitu menggoda serta menjanjikan manfaat yang jauh lebih baik dari sekedar media eksistensi pribadi. Twitter misalnya.

Saya bersama teman teman komunitas twitter Fiksimini dan komunitas blogger Cah Andong bergerak melalui jejaring akun social media tersebut. Dalam keterbatasan 140 karakter itu, beragam komunikasi dilakukan. Baik dalam hal fundraising, pemetaan lapangan, hingga koordinasi mobilitas bantuan dan tenaga fisik relawan. Semuanya dilakukan dengan kicauan. Continue reading

Hartini van Rijssel

SEKITAR satu bulan lalu di sebuah kafe di bilangan Gejayan, Jogja, tanpa sengaja saya berkenalan dengan sosok perempuan biasa dan wajar. Ia tampak biasa. Perempuan muda, cantik, menarik, laiknya perempuan Jogja lainnya dengan senyum simpul di tiap akhir patah kata. Wajar bukan?

Namun saya salah besar, ada yang berbeda dengan perempuan berkulit hitam manis ini. Aksen bahasa Indonesianya yang berbeda jelas menunjukkan bahwa dia bukan orang Indonesia. Namanya Hartini van Rijssel. Nama yang cukup jelas menggambarkan bahwa dia berasal dari negeri kincir angin, Belanda.

Kesehariannya diisi dengan mengajar biola dan konser, baik di dalam maupun luar negeri seperti Spanyol, Jepang, Italia, Jerman dan Irlandia. Dia juga mengajari kelompok biola dari orkestra mahasiswa Mira di Universitas Groningen.

Perbincangan pun berlanjut tentang alasan keberadaannya di sini. Berikut keterusikkan saya akan sosoknya yang sangat Jawa. Well, ada cerita menarik ternyata di balik semua itu. Hartini ternyata sejak kecil diadopsi oleh orang Belanda dan dibawa kesana hingga dewasa. Keberadaannya di Indonesia enam bulan terakhir ini adalah bagian dari perjuangannya mencari ibu kandungnya: Kandari. Continue reading

Koherenitas Hati, Naluri, dan Emosi

IYA IYA .. saya tahu sodara kangen. Udah sih biasa aja. Toh cuma empat bulan ini blog saya mati suri. Dan sodara masih bisa apdet tentang saya lewat twitter kok. Iya twitter ini.. di sini.. di @defickry.

*udah mau muntah belum?* =)))) *cegat ojek*

————————————————————————————-

Tiada apologi atas waktu yang diam diam mencuri sedikit hidup saya. Berjuta cerita segenap labirinnya lengkap mewarnai empat bulan terakhir ini. Entah itu cerita kantor, dinamika mahasiswa asing – beserta kecerdasan berikut ketidakbecusannya, atau kondisi iman yang saya akui semakin mengendur saja. Belum lagi romantisme pertemanan maya yang memang menggoda itu. Ah.. jika saya untaikan lewat tulisan, tak cukup kiranya perbendaharaan kata mengurai runutnya. #apasih *twitteraddict pake hastag*

Keriangan yang membuncah tentu tak sempurna tanpa sepasang mata yang memeras kelenjar. Artinya, dua terminologi sedih dan bahagia adalah sesuatu yang mutlak. Sepakat. Saling mengikat berkelidan. Tak ada ruang dan celah yang mengantara. Continue reading

Kerja dengan Asing

HAMPIR tiga bulan sodara sodara, blog saya ini terabaikan. Ibarat bunga, ia layu sebelum berkembang *kriuuk*. Ini tak lain tak bukan karena saya selingkuh dengan fesbuk laknat nan twitter keparat. *yeeeeeee, berima* :D

Awalnya..  saya berniat untuk selalu update blog ini minimal sebulan sekali. Tapi errrr…. kesibukan yang kelak akan saya sampaikan inilah menjadi biang keladinya.

Anyway, ada ribuan cerita yang terlewati. Ada jutaan agenda yang terlampaui. Namun entah kenapa blog ini semakin tak diminati. *berima lagiiiiiiiii… makin ndak jelas, ini mau nulis cerita atau nulis puisi. hihi…*

Jadi sudah hampir 6 bulan saya kerja di lembaga milik asing di Jogja *mulai serius*. Dan kerjaan saya ini nggak jauh jauh dari bau bau kampus dan mahasiswa. Ya tampang imut yang saya miliki cukuplah jadi modal untuk kembali ke kampus walopun dengan identitas yg berbeda. *dikeplak*

Jadi kerjaan saya itu Continue reading

The Resolutions

MY first day in this new year was started by something silly and guilty. I woke up late! Missing Shubuh made me sick and guilty. Even I usually do it mostly every morning. So it was kind of legitimation. LOL.

Anyway.

Happy New Year bro and sisters!! Wish all the best come true in this lovely year. Like the previous years, in the beginning of the year I usually write my resolution for the things I wish. But before we go to my 2010 resolutions, let’s have a look my resolutions in 2009.

1. Graduated in 2009: I did! I graduated in May 2009 with GPA 3,57. :D

2. Affording my mom’s cost to make Hajj next year: Alhamdulillah! This was my ambition since I was kid. I successfully made it come true. Big thanx, God!

3. Joining in Pesta Blogger 2009: Hahaaayy.. this was the one I had been waiting for so long. And I eventually joined as well in the third Pesta Blogger held in Jakarta. It was awesome. Really. Continue reading

Mengandaikan Malioboro di Palembang

Saya berani bertaruh tidak ada satu warga Palembang  pun yang tidak pernah makan pempek. Pun demikian dengan gudeg, tak satupun warga Jogja yang paling tidak pernah mencicipinya. Sementara suka atau tidak suka, itu urusan lain. Paling tidak mereka pernah mencoba. Toh selera seseorang tak selalu berbanding lurus dengan di mana ia bermukim, bukan?

Lalu sebenarnya, apa sih yang ingin saya utarakan melalui kedua jenis makanan tadi? Kelezatannya  kah? Keunikan rasa bla bla bla? Atau sesuatu yang menyangkut sejarahnya?

Tidak sodara sodara.  Ini bukan tentang cerita makanan atau selera lidah. Persoalan perut saya kira cukuplah diulas dan dibincang oleh Pak Bondan saja, si Bapak Maknyus di salah satu televisi swasta itu.

Di sini, saya ingin membincang ihwal potensi wisata. Yang mungkin makanan tadi menjadi satu dari sekian unsur atraktif sebuah keunikan budaya dari sebuah kota. Kota Palembang dan kota Jogja yang menjadi pembandingnya.

Jadi, ini adalah sesuatu yang Continue reading

PB Jogja: Care and Multiculturalism

HEY hey hey..  sorry for this late posting. Most of you guys probably had read some blogs contented this event’s review. Ya, The Pesta Blogger 2009 chapter Jogja!!

Well, it was about 3 months ago since the 5 Insan Berprestasi of Cah Andong were chosen (opooooo iki) to find out what idea and what kind of the concept of the Pesta Blogger is gonna be organized. And we finally decided that the multiculturalism and care as our two big ideas.

The multiculturalism was presented by performing some traditional dances from several provinces. Such as Saman dance, Cendrawasih Dance, Gejog lesung, Gambyong dance, and Dolo-dolo dance.

Continue reading

Satu Prestasi Lagi

IYAK. Jadi kemaren saya ikut lecturing tentang antivirus Kaspersky di gedung GSP UGM. Ndak nanggung-nanggung sodara sodara, lecturing itu langsung disampaikan oleh founder antivirus nomor empat di dunia itu, Eugene Kaspersky.

Well, bersama rekan CA lainnya, kapasitas saya di sana adalah sebagai blogger, yang kebetulan disejajarkan dengan rekan-rekan media lainnya. Nah, pas sesi press conference, bertanyalah saya pada pemilik perusahaan asal Rusia itu.

“All u said in the lecture is about money. The virus producer creates the virus for earning money as well as the antivirus producer does. That’s what we call as industry, globalization, and bla bla bla.. that kind of stuffs…. Is there any possibility that Continue reading

Jogja Blogger Party (update!)

- PESTA BLOGGER JOGJA 2009 @ Jogja National Museum -

Wanna know how Tikabanget looks like?

Who is Herman Saksono ?

What kind of blogger Antobilang is?

OR you guys wanna know how scary Ndoro Kakung, Mbilung, Iman Brotoseno and Paman Tyo?

Please come and join us at Jogja blogger party.

Just contact mas Alan (0274 923.9499) for registration and the complete information.

Dont miss it!!

See You Soooooooooooooooon!!!!

Backpacker Senior Kelakuan Newbie #1

SEBUT saja You Know Who. Anggap saja ia lahir di London dari sebuah keluarga belesteran Sri Lanka – Inggris. Usianya sekira 28 tahun, lulusan master Psikologi dari sebuah universitas biasa-biasa saja di London. Kepalanya botak, warna matanya cokelat, dan aksen Inggrisnya sangat riweuh. Sementara warna kulit dan postur tubuhnya yang penuh dengan rambut hitam itu menunjukkan darah Sri Lanka lebih mendominasi ketimbang Inggris-nya. Itu dia si tuan You Know Who. Teman backpacker yang sempat mengusik tidur saya di tiga malam terakhir ini.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan pria yang memiliki anting di hidung itu. Testimoni profilnya di situs pertemanan backpacker couchsurfing penuh dengan hal-hal positif. Continue reading

Let Bygones be Bygones…

NO MUDIK

NO FAMILY

NO FRIENDS

BUT thanx GOD I still have YOU

Well, this year I don’t go home anymore for the second time. It’s damn really sick and hurting.. and even tiring myself… *SIGH*

Anyway, for all those who read this,

Minal Aidin Wal Faidzin …

Let bygones be bygones …

*the picture was taken last year, close to University of Canberra, Australia*

KCB 2 is Funny Haha…

ketika_cinta_bertasbih_2 GUYS.. long time for me to not write movie review since Janji Joni launched yearssssss ago…  Now, let me share some stories I got from the movie entittled Ketika Cinta Bertasbih 2 with jelatawan Cah Andong.

But before telling you further, I say thanks to Herman Saksono for the pic I took from his blog. Hehe…

Hmmm.. I’m not gonna tell you guys about the story, but I just share some scenes which according to me were really funny and excessive or over the top.

The texts below are some HIKMAH(s) yang bisa diambil from the movie…Let’s check them out buddiessss…

1. Kalo mau nikah harus sarjana, kalo bisa dari Kairo (tikabanget, 2009)

Oh my goodnesssss… the statement above was repeatly said. “Kan sarjana juga lohhh…. ” or “cocok tuh, sama-sama sarjana.” Eh, ini kayak mo nikah ato ngelamar kerja ya… kudu S1 dulu..hahaha.. dan kalo bisa lulusan luar negeri. :p

2. coba lihat siapa yang mengantarkan minuman pas kalian bertamu, mungkin itu jodoh nya (choro, 2009) Continue reading

Mengedit Hati. Parah.

lelah*SIGH*

…. ini adalah postingan kali kedua di mana segenap cerita dan kisah di dua minggu terakhir sungguh sukar didefinisikan. Ini bukan persoalan tentang seberapa kuat saya dalam menghadapinya. Bukan tentang seberapa jauh langkah yang saya lakukan untuk mengantisipasi. Atau tentang apakah saya jengah dan menyerah atas kondisi yang sangat tidak nyaman itu?

Tapi ini tentang ihwal kemanusiaan. Tentang rasa dan bagaimana saya menikmati setiap detik keperihan. Setiap jengkal ihwal kemunduran. Continue reading

The Independence Day and the Videos

5736_102463423903_785263903_1950187_4385962_nFyuuuuh, guys… hows life??? Well, first of all, I say thank you to Nico for the flag hehe.. I just copied it from his FB account. :D .

Hmmm…. it’s hard to launch these videos below .. as what? ….  as I was not inside the video *blaming GoenRock*,…. well, i’ve just been a part of Kojakers at the moment. And this’s kind of the member’s participation to the ideas of bla bla bla of our independence day.. huehehe *dikeplak*

Whatever… this is how we, as a part of this nation, take a part and contribute – whatever it is – to this beloved country. Me, my self personally,  is really proud of this damn beautiful country…

No reason for not loving this multicultural country.. We’re really totally unique compared to other countries. And hey bro, our nationality and kind of this feeling are gonna be more and more once you get opportunity to stay for a couple times in overseas…. seriously… U’re gonna see the differences we have!!! Continue reading

Mencari Kerja

SUDAH dua purnama hidup saya berjalan pasca wisuda. Di dua bulan itu, saya melakukan banyak hal. Bersenang-senang, jalan-jalan, makan-makan, foto-foto, dan berbagai hal menarik lainnya… well, let’s say those were kind of euphoria. Saya memulainya dengan beragam aktvitas foya foya dan hura hura. Jalan-jalan dari kota ke kota, nongkrong dari kafe ke kafe, nonton dari bioskop ke bioskop (emang di jogja ada banyak po?), hiburan karaoke hingga ke berbagai tempat yang… ah sudahlah…  Semuanya ada di dua purnama.

Saya meyakini bahwa apa yang saya lakukan itu adalah jeda yang saya hadiahkan buat perjuangan saya. Buat ihwal yg telah saya rampungkan di akhir Mei lalu itu. Entah apakah itu bisa dimaklumi sebagai bagian dari aktivitas produktif? Saya nggak tahu..  (produktif nguras tabungan..hehe).

Tapi, hey, Continue reading

Wonosobo Free Tour

IT was shocking me when I knew that we, cah andong, got invited to the launching event of Wonosobo blogger community. This was not my first time actually going to Wonosobo as I ever went there last year. Something made us-especially me excited- was accommodation fully provided for free. (banana dance).

The committee told us that, beside, the main point of the event was a launching event of Serayu Blogger Community (the official name of Wonosobo Blogger Community), most of the event was traveling around the town. Enjoying Wonosobo and all the beautiful views and interesting places offered. Then hey.. we five eventually decided to be a kind of delegation of CA and be a part of that event: me, Nico Wijaya, Alle, Gunawan, dan Iphan. Although on the second day, other four members also came: Paman Tyo, mas Iman Brotoseno, mas Zam, Chiw dan Sita.

Here we go….

Continue reading

The Day

Taraaaaaaaa…… after not touching this page for ages….

I just wanna update this lovely blog with this pic. hahaha,,,

Fresh, young, and smart Graduate of Communication Studies.. wkwkwk…

wisuda

Finally… being a part of KAGAMA (Gadjah Mada Alumni)…LOL.

Jogjakarta, May 19, 2009

Long Weekend in Bandung

WOW… What I’ve been planning since months ago eventually comes true. Yuppiii… having a long vacation in Bandung for three days was really…perfectly…completely awesome! Well, I recognize that this is like a kind of reward I give to what I did on my thesis lately…hehehehe.. Yeah.. this writing dedicated to Bimas and Mas Budi for accompanying  my days in the Kembang City. :)

Uhm…I finally arrived in Bandung on Friday morning while my friend, Bimas – Bandung blogger, the guy who should picked me up, was still enjoying his damn dreams. I gave him a call like more than thousands *lebay mode on* but no even an answer. He obviously made me sick by letting me alone like a lost boy in the jungle without anything I know. I used the time for looking around areas near to the station. Then after like mostly 2 hours, he gave me a call then immediately took me his home.  *Finally..fyuuuuh…* Continue reading